ID EN
Data Frame & Matrix

data.frame

R Base 3.6.2 🇮🇩 Bahasa Indonesia

Fungsi data.frame() membuat bingkai data, kumpulan variabel yang digabungkan erat yang memiliki banyak properti matriks dan daftar, digunakan sebagai struktur data mendasar oleh sebagian besar perangkat lunak pemodelan R.

Syntax

R
data.frame(…, row.names = NULL, check.rows = FALSE,
           check.names = TRUE, fix.empty.names = TRUE,
           stringsAsFactors = default.stringsAsFactors())<p></p><p>default.stringsAsFactors()</p>

Arguments

Parameter Deskripsi
&#8230; these arguments are of either the form value or tag = value. Component names are created based on the tag (if present) or the deparsed argument itself.
row.names NULL or a single integer or character string specifying a column to be used as row names, or a character or integer vector giving the row names for the data frame.
check.rows if TRUE then the rows are checked for consistency of length and names.
check.names logical. If TRUE then the names of the variables in the data frame are checked to ensure that they are syntactically valid variable names and are not duplicated. If necessary they are adjusted (by make.names) so that they are.
fix.empty.names logical indicating if arguments which are “unnamed” (in the sense of not being formally called as someName = arg) get an automatically constructed name or rather name "". Needs to be set to FALSE even when check.names is false if "" names should be kept.
stringsAsFactors logical: should character vectors be converted to factors? The ‘factory-fresh’ default is TRUE, but this can be changed by setting options(stringsAsFactors = FALSE).

Return Value

Bingkai data, struktur seperti matriks yang kolomnya mungkin memiliki tipe berbeda (numerik, logika, faktor dan karakter, dan seterusnya). Cara pembuatan nama bingkai data sangatlah rumit, dan sisa paragraf ini hanyalah cerita dasar. Jika semua argumen diberi nama dan objek sederhana (bukan daftar, matriks bingkai data) maka nama argumen memberikan nama kolom. Untuk argumen sederhana yang tidak disebutkan namanya, versi argumen yang telah diurai digunakan sebagai nama (dengan I(...) yang terlampir dihapus). F

Details

Bingkai data adalah daftar variabel dengan jumlah baris yang sama dengan nama baris unik, diberi kelas "data.frame". Jika tidak ada variabel yang dimasukkan, nama baris menentukan jumlah baris. Nama kolom tidak boleh kosong, dan upaya menggunakan nama kosong akan memberikan hasil yang tidak didukung. Nama kolom duplikat diperbolehkan, tetapi Anda perlu menggunakan check.names = FALSE agar data.frame dapat menghasilkan bingkai data seperti itu. Namun, tidak semua operasi pada bingkai data akan mempertahankan nama kolom yang diduplikasi: misalnya subset seperti matriks akan memaksa nama kolom pada hasil menjadi unik. data.frame mengonversi setiap argumennya menjadi bingkai data dengan memanggil as.data.frame(opsional = TRUE). Karena ini adalah fungsi umum, metode dapat ditulis untuk mengubah perilaku argumen sesuai dengan kelasnya: R

Contoh

Example
R
# NOT RUN {
L3 <- LETTERS[1:3]
fac <- sample(L3, 10, replace = TRUE)
(d <- data.frame(x = 1, y = 1:10, fac = fac))
## The "same" with automatic column names:
data.frame(1, 1:10, sample(L3, 10, replace = TRUE))

is.data.frame(d)

## do not convert to factor, using I() :
(dd <- cbind(d, char = I(letters[1:10])))
rbind(class = sapply(dd, class), mode = sapply(dd, mode))

stopifnot(1:10 == row.names(d))  # {coercion}

(d0  <- d[, FALSE])   # data frame with 0 columns and 10 rows
(d.0 <- d[FALSE, ])   # <0 rows> data frame  (3 named cols)
(d00 <- d0[FALSE, ])  # data frame with 0 columns and 0 rows
# }

See Also

I plot.data.frame print.data.frame row.names names (for the column names) [.data.frame for subsetting methods and I(matrix(..)) examples; Math.data.frame etc about Group methods for data.frames; read.table make.names.