ID EN
Vector & List

rank

R Base 3.6.2 🇮🇩 Bahasa Indonesia

Mengembalikan peringkat sampel nilai dalam vektor. Ikatan (yaitu nilai yang sama) dan nilai yang hilang dapat ditangani dengan beberapa cara.

Syntax

R
rank(x, na.last = TRUE,
     ties.method = c("average", "first", "last", "random", "max", "min"))

Arguments

Parameter Deskripsi
x a numeric, complex, character or logical vector.
na.last for controlling the treatment of NAs. If TRUE, missing values in the data are put last; if FALSE, they are put first; if NA, they are removed; if "keep" they are kept with rank NA.
ties.method a character string specifying how ties are treated, see ‘Details’; can be abbreviated.

Return Value

Vektor numerik dengan panjang yang sama dengan x dengan nama yang disalin dari x (kecuali na.last = NA, ketika nilai yang hilang dihilangkan). Vektornya bertipe integer kecuali x adalah vektor panjang atau dasi.metode = "rata-rata" bila bertipe ganda (ada atau tidaknya ikatan).

Details

Jika semua komponen berbeda (dan tidak ada NA), peringkatnya ditentukan dengan baik, dengan nilai dalam seq_along(x). Dengan beberapa nilai yang sama (disebut 'ikatan'), argumen metode ikatan menentukan hasil pada indeks yang bersangkutan. Metode "pertama" menghasilkan permutasi dengan nilai yang meningkat pada setiap kumpulan indeks ikatan, dan secara analogi "terakhir" dengan nilai yang menurun. Metode "acak" menempatkannya dalam urutan acak sedangkan defaultnya, "rata-rata", menggantikannya dengan rata-ratanya, dan "maks" dan "min" masing-masing menggantikannya dengan maksimum dan minimum, yang terakhir adalah peringkat olahraga pada umumnya. Nilai NA tidak pernah dianggap sama: untuk na.last = TRUE dan na.last = FALSE keduanya diberi peringkat berbeda sesuai urutan kemunculannya di x. NB: rank itu sendiri tidak bersifat generik tetapi xtfrm bersifat generik, dan rank(xtf

Contoh

Example
R
# NOT RUN {
(r1 <- rank(x1 <- c(3, 1, 4, 15, 92)))
x2 <- c(3, 1, 4, 1, 5, 9, 2, 6, 5, 3, 5)
names(x2) <- letters[1:11]
(r2 <- rank(x2)) # ties are averaged

## rank() is "idempotent": rank(rank(x)) == rank(x) :
stopifnot(rank(r1) == r1, rank(r2) == r2)

## ranks without averaging
rank(x2, ties.method= "first")  # first occurrence wins
rank(x2, ties.method= "last")   #  last occurrence wins
rank(x2, ties.method= "random") # ties broken at random
rank(x2, ties.method= "random") # and again

## keep ties ties, no average
(rma <- rank(x2, ties.method= "max"))  # as used classically
(rmi <- rank(x2, ties.method= "min"))  # as in Sports
stopifnot(rma + rmi == round(r2 + r2))

## Comparing all tie.methods:
tMeth <- eval(formals(rank)$ties.method)
rx2 <- sapply(tMeth, function(M) rank(x2, ties.method=M))
cbind(x2, rx2)
## ties.method's does not matter w/o ties:
x <- sample(47)
rx <- sapply(tMeth, function(MM) rank(x, ties.method=MM))
stopifnot(all(rx[,1] == rx))
# }

See Also

order and sort; xtfrm see above.